Thursday, April 18, 2013

The last chapter.


This might be a cheesy-heartfelt-long-picture flooded post.


Time flies way too fast. When I was younger, I believe I have questioned when-school-is-over to my mama papa or to everyone else hundredth time. Now, I know I have the answer. 11th of April. As much as I have waited school to be over my whole life, believe me that.. when something ends, it gotta be bad.

I've waited the day my whole life, and I was 1000% sure that when school's over, I'd leap through the sky (okay I'm goddamn cheesy) and be as happy as a clown. When the day has finally come, I do feel happiness for I'll no longer need to do homeworks and wear uniforms, or the need to wake up early.. But it's weird that I'm actually feeling sad.. Super sad. It feels weird putting all my books out of the shelves and move them to a box. It feels weird not waking up at 5.40 and rushing up to school, with the purpose of continuing my sleep. And the worst part is.. it feels weird not seeing my friends and boyfriend everyday. This might sound unusual and you might think that I'm weird for being sad and melancholy. But believe me when this happens to you, you'll feel the same. (and.. the rest will be in Indonesian, kay..)








 Entahlah, mungkin saya merindukan belajar Matematika, Fisika, Biologi, ataupun Kimia. Saya pasti akan merindukan les sepulang sekolah dan bercanda lebih banyak daripada belajarnya. Saya pasti akan merindukan saat saat menegangkan saat ulangan harian dibagikan. Saya pasti akan merindukan perasaan lega ketika akhirnya bisa lulus ulangan matematika, atau perasaan sedih ketika harus remedial matematika lagi untuk yang kesekian kalinya. Saya akan merindukan muka polos teman teman saya yang sedang berada di awan mimpi ketika presentasi Fisika. Saya pasti akan merindukan lari lari ke kantin bersama teman teman saya demi menghindari antrian panjang pada jam jam istirahat. Saya pasti akan merindukan nasi uduk 5000 beserta tempenya. Saya pasti akan merindukan momen dimana saya biasanya tertidur di lab kimia, bercanda dan tidak pernah mengerti apa apa selama lab fisika, atau tercengang bingung dan kesal ketika tidak kunjung mendapatkan hasil dari preparat. Saya pasti akan merindukan saat saya selalu ngedumel ketika membaca jadwal Mat TR 2 jam, atau pelajaran bahasa Indonesia 2 jam. Saya pasti akan merindukan sensasi ulangan jam ke 0... dan banyak lagi yang mungkin akan membuat anda bosan membacanya.



Mam Mel, the most motherly teacher.

Bu Budi is my favourite Biology teacher.


Bu Tresna, the most punctual teacher ever existed.

Pak Mangatur, cutest teacher ever.

Saya tidak pernah menyangka meninggalkan SMAK 5 akan menjadi sesusah ini. Melepaskan titel pelajar, melepaskan rompi kotak kotak dengan badge Penabur. Meninggalkan gedung norak berwarna merah biru dan kuning yang saya sambangi selama 6 tahun terakhir dimana saya belajar banyak hal. Gedung paling norak yang pernah ada yang penuh dengan cemilan karsogenik, mulai dari snack lidi sampai Warsun di jalan raya, dari cong fan hingga makanan kantin yang setiap tahun naik seribu rupiah. Pelan pelan meninggalkan apa yang sudah terjadi selama 6 tahun di Penabur. Dan terlebih lagi.. meninggalkan teman teman. Ya, mereka yang mengajarkan saya bahwa teman baik bukanlah orang yang meninggalkanmu ketika anda kesulitan. Mereka yang mengajarkan saya bahwa tidak lulus ulangan bukan akhir dari dunia, tapi tidak lulus remedial lah akhir dari segalanya. Mereka yang mengisi kekosongan hati dan mengisi hari dengan canda tawa, hinaan, pukulan, makian, hingga pelukan kasih.

The ones who made goodbye-s are so damn hard.


Hari hari terakhir sekolah memang diisi dengan kejenuhan. Kejenuhan belajar, kejenuhan harus berjuang lagi, dan berbagai pergumulan lainnya. Namun ketka satu hari itu tiba.. Kejenuhan seakan terganti dengan haru. Saling meminta maaf dan juga berterimakasih. Peluk pelukan terakhir dan semangat untuk berjuang melawan musuh terakhir sebelum menyelamatkan sang putri. Menyanyikan hymne guru sebagai dedikasi terakhir kami untuk para pahlawan tanpa tanda jasa, yang membuat kami akhirnya menyatu dalam tangis haru. Ya, guru guru yang selalu saya dumelin setiap soal ulangan terlalu sulit atau cara mengajarnya terlalu absurd. Namun percayalah, bahwa mereka yang menyebalkan, akan membekas dalam di benak saya.


Who'll not miss studying in class? Makin' noises and dozing off?

Saya bukan meninggalkan BPK PENABUR dengan tangan hampa. Saya bukan meninggalkan almamater selama 6 tahun tanpa membawa bekal apa apa untuk hidup saya kedepannya. Saya memang tidak akan pernah bisa mahir dalam Matematika, apalagi ketika itu berhubungan dengan jarak geometri dan integral. Suatu saat nanti, saya pasti akan lupa bahwa hanya sel hewan yang memiliki lisosom dan sentriol, sementara sel tumbuhan memiliki kloroplas dan vakuola. Saya juga pasti tidak akan hafal mati semua teori atom Rutherford, efek fotolistrik atau hamburan Coumpton. Mungkin saya nantinya juga akan lupa bahwa CH=CH2 itu stirena, bahan baku buat bikin plastik. Ya, sekolah memang tempat buat menimba ilmu. Untuk belajar mengenai hukum pasti. Namun, sekarang saya menyadari bahwa sesungguhnya hidup membutuhkan ilmu yang lebih dari teori atom, rumus integral volume, efek fotolistrik, ataupun hafalan monomer polimer..




Apabila suatu saat nanti saya jalan kita berkesimpangan, jangan tanyakan saya mengenai pelajaran Fisika atau Kimia karena saya yakin saya tidak akan pernah mengingatnya kembali, maaf. Namun tanyakanlah kepada saya apa yang saya pelajari dari SMAK5. Dan tanpa ragu saya akan menjawab, kerja keras membuahkan hasil, apabila Tuhan mengkehendaki. Life is all about the fight and how hard you're willing to compete in the rat race. SMAK 5 is literally more than just daily tests, it's about life lessons. Hard work, responsibility, and to never give up.

"Semangat juang, sukseskan misi iman, ilmu, pelayanan."

2 comments: